Linux VS Windows

Hemmm….

Sekarang sudah banyak orang yang bermigrasi Sistem Operasi dari yang semula Windows menuju Linux. Sebenarnya perbandingan apa aja she yang bias kita lihat pada kedua system operasi tersebut. Coba and amati dan telaah beberapa perbandingan yang saya ambil dari beberapa referensi.

Kemudahan: ada anggapan umum bahwa Windows lebih mudah dari Linux, tetapi hasil penelitian di Jerman menunjukkan bahwa selisih tingkat kemudahan sangat kecil dan harus diperhitungkan apakah pemakai merasa mudah sebenarnya karena sudah familiar di salah satu sistem. Perlu diamati juga, desktop manager yang mana yang dianggap mudah.

Biaya kepemilikan). Sejumlah komponen yang harus dibayar untuk memiliki komputer berbasis Windows maupun Linux.

  1. Lisensi software sistem operasi: Windows 98, Windows 2000, Windows XP. Sebagian besar distro Linux dapat digunakan secara gratis. Beberapa distro harus membayar: 60-80 USD.
  2. Lisensi software aplikasi: Microsoft Office, Adope Photoshop, …
  3. Software pendukung: antivirus, zip manager, windows commander … Sebagian besar sotware ini tersedia free di lingkungan Linux
  4. Hardware requirement: meningkat pesat. Microsoft mengasumsikan bahwa lebih murah memenuhi kebutuhan hardware daripada kehilangan fitur kemudahan.
  5. Biaya pelatihan untuk Windows umumnya tidak diperlukan dengan asumsi pemakai dapat belajar sendiri karena komunitas juga menggunakan Windows. Beralih ke Linux memerlukan biaya untuk pelatihan dan sosialisasi karena lingkungan belum mendukung. Versi windows berikutnya mungkin perlu pelatihan pemakai supaya dapat langsung bekerja secara efektif.
  6. Biaya operasional. Pada tahap awal, sekitar 2 tahun ke depan, sistem berbasis Linux memerlukan dukungan teknis yang lebih baik dibandingkan sistem berbasis windows. Hal ini dapat dikurangi dengan mengalihkan sebisa mungkin aplikasi desktop ke aplikasi berbasis web.
  7. Penghargaan lebih baik kepada mereka yang bisa menggunakan Linux sudah diakui.

Perkiraan oleh cybersource (cyber.com.au) atas biaya kepemilikan sebuah perusahaan model dengan 250 komputer karyawan dengan proyeksi 3 tahun ke depan, menunjukkan bahwa untuk sistem berbasis windows memerlukan biaya sebesar USD 1.018.010,5 dan untuk sistem Linux sebesar USD 766.616,95 atau penghematan sebesar 25%.

Standard file format. Format file untuk aplikasi perkantoran saat ini kebanyakan menggunakan standar dari microsoft office. Meskipun banyak kelemahan pada format file ini, tetapi sangat banyak pengguna interent yang mempertukarkan file dengan format ini. OpenOffice dan StarOffice sudah mendukung format file ini, tetapi mungkin akan ditemukan beberapa hal yang tidak kompatibel.

Hardware compatibility. Meskipun makin banyak vendor hardware yang menyediakan driver untuk sistem Linux, tetapi mungkin akan ada sejumlah hardware lama yang belum didukung. Hardware seperti ini mungkin lebih baik diganti daripada menghabiskan waktu untuk mencari atau membangun driver pendukungnya.

Network. Tren protokol jaringan adalah TCP/IP atau pengembangannya yang semuanya dari awal dirancang dalam sistem berbasis UNIX seperti BSD dan Linux. Protocol jaringan lainnya, sangat jarang digunakan, mungkin tidak berkembang lagi. Beberapa layanan jaringan Windows yang banyak digunakan: file sharing (file server) dan print server, keduanya dapat berjalan di Linux dengan samba server.

Application Portability. De fakto, aplikasi yang dibangun dalam basis UNIX dapat berjalan di BSD dan Linux (begitu pula sebaliknya) tanpa perubahan yang signifikan. Aplikasi Windows tidak dapat berjalan begitu saja dalam lingkungan Linux dan sebaliknya. Ada beberapa emulator untuk itu, tetapi mungkin masih harus dikaji satu per satu.

Nah mungkin sekarang anda sudah punya sedikit gambaran tentang 2 sistem operasi yang sedang berlomba untuk menjadi yang terbaik saat ini.

« »

2 Responses

  1. Linux Mint Felicia itu apa sih definisinya dan bagaimana caranya atau prosesnya

  2. coba baca Referensi ini yah…

    http://vavai.com/v2/2008/12/review-linux-mint-6-felicia

    sudah lumayan lengkap tuh…

Leave a Reply